Bina Desa Prodi S1 Farmasi Sebagai Rangkaian Kegiatan PKKM Afirmasi

(10/12) Proyek Bina Desa merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah di Canangkan oleh bapak Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan teknologi Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju. Dalam Program tersebut, mahasiswa diberikan pengalaman belajar diluar kampus melalui proyek Bangun Desa yang bertajuk “Pemberdayaan Dan Pengembangan Asman Toga Sebagai Penggerak Ekonomi Desa Dalam Upaya Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang  disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Untuk mempercepat pencapaian SDGs, perlu  prioritas  fokus  pembangunan. Salah satu program percepatan  pencapaian SDGs adalah dengan memilih desa percontohan yang disebut dengan Desa SDGs. Desa SDGs terpilih akan menerapkan program pembangunan  prioritas yang  mengacu  pada RAD SDGs.

Lokasi Bina Desa ini adalah di desa Kuluran Kalitengah. Dimana kegiatan direncakan  berlangsung selama 2 bulan mulai dari bulan Nopember 2021 hingga Desember 2021. Kegiatan dimulai dengan identifikasi permasalahan mitra kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersama masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut, selanjutnya dilakukan evaluasi dan monitoring terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan bangun desa ini merupakan Proyek Bersama yang dilakukan oleh prodi S1 Farmasi dengan Prodi S1 Biologi dan S1 Manajemen. Dalam Proyek ini mahasiswa diberikan pengalaman untuk berkolaborasi dengan mahasiswa multidisiplin ilmu, serta memberikan pengalaman mahasiswa untuk hilirisasi teknologi Kampus ke Desa. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan output mahasiswa akan lebih unggul dalam berkomunikasi secara interpersonal dan mampu bekerja sama menyelesaikan permasalahan di masyarakat berdasarkan IPTEK.