Bidara (Ziziphus mauritiana)

Morfologi

Bidara merupakan semak atau pohon berduri dengan tinggi hingga 15 meter, diameter batang 40 cm atau lebih. Kulit batang berwarna abu-abu gelap atau hitam, pecah-pecah tidak beraturan. Daun tunggal dan berseling-seling, memiliki panjang 4-6 cm dan lebar 2,5-4,5 cm. Tangkai daun berbulu dan pada pinggiran daun terdapat gigi yang sangat halus. Buah berbiji satu, bulat sampai bulat telur, ukuran kira-kira 6×4 cm, kulit buah halus atau kasar, mengkilap, berwarna kekuningan sampai kemerahan atau kehitaman, daging buah putih, renyah, agak asam hingga manis.

Kandungan

Kandungan kimia yang terkandung dalam tumbuhan bidara antara lain alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, kuercetin dan terpenoid. Tumbuhan bidara memiliki kandungan senyawa saponin yang merupakan senyawa glikosida kompleks yang terdiri dari senyawa hasil dari kondensasi gula dengan senyawa hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan nongula (aglikon). Tumbuhan bidara memiliki kandungan fenolat dan flavonoid yang memiliki banyak manfaat. Senyawa fenolat merupakan senyawa yang memiliki cincin aromatik dengan satu atau lebih gugus hidroksi, senyawa tersebut berasal dari suatu tanaman yang memiliki ciri sama. Salah satu manfaat senyawa fenolat yaitu digunakan sebagai obat antikanker.

Khasiat

Tumbuhan bidara memiliki banyak kegunaan yang secara tradisional tumbuhan ini digunakan sebagai tonik. Semua bagian tanaman bidara banyak digunakan untuk pengobatan tradisional seperti akar, kulit batang, daun, buah dan biji. Daun bidara digunakan untuk mengobati diare, penurun panas, antiobesitas dan antikanker