Lidah mertua (Sansevieria)

Morfologi

Tanaman lidah mertua memiliki daun tebal dengan ketebalan yang bervariasi serta memiliki kandungan air yang tinggi (Purnomo, 2008). Bentuk daun ada yang silinder atau helaian kaku seperti pedang. Daunnya rata dan tumbuh tegak dengan tinggi 40-100 cm. Pinggir daun berwarna kuning dan tampak tegas, sedang bagian tengah ada warna kuning yang menyebar tidak beraturan. Jumlah daun bisa mencapai lebih dari 10 helai dan memiliki pertumbuhan cepat.

Tanaman ini memiliki akar serabut atau disebut juga sebagai wild root (akar liar) yang tumbuh dari pangkal daun dan menyebar ke segala arah dalam tanah. Akar yang sehat berwarna putih dan tampak berisi, sedangkan akar yang sakit berwarna coklat.

Selain akar, juga terdapat bagian yang menyerupai batang yang disebut rimpang. Rimpang menjalar di bawah dan kadang-kadang di atas permukaan tanah. Rimpang berfungsi untuk menyimpan sari-sari makanan hasil fotosintesis, perkembangbiakan, dan memenuhi unsur hara tanaman anakan ketika akarnya belum terbentuk

Kandungan

Tanaman lidah mertua selain mengandung protein yang cukup tinggi juga mengandung lemak, karbohidrat, reducing glycoside, dan serat. Protein terdiri dari berbagai macam asam amino baik esensial maupun non esensial. Asam amino memiliki kemampuan mengkelat logam-logam berat.

Asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh sehingga harus diberikan melalui asupan nutrisi dari luar tubuh. Sedangkan asam amino non esensial dapat diproduksi oleh tubuh maupun didapat dari luar. Berdasarkan WHO reference protein pattern (FAO, 1981; McGilvery, 1983), asam amino esensial leucine cukup tinggi yaitu 68,19 %. Asam amino glutamate juga paling mendominasi asam amino non esensial pada lidah mertua.