05 Dec

Berikan Pelatihan Pembuatan Balsam Stik Aromaterapi

Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia menurun selama hampir 3 tahun terakhir. Berbagai cara sedang dilakukan oleh pemerintah untuk memulihkan sektor ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Permberdayaan perempuan pada industri kreatif memiliki potensi yang cukup baik untuk membantu mempercepat pemulihan sektor ekonomi. Hal inilah yang mendasari tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mengadakan kegiatan dengan judul “Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Kebonsari Melalui Pelatihan Pembuatan Produk Balsam Stik Aromaterapi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19”. Kegiatan ini dilakukan di Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan bertujuan untuk memberikan stimulus kepada ibu-ibu PKK Desa Kebonsari agar tercipta UMKM baru dengan produk yang inovatif”, tutur dosen S1 Farmasi UMLA,  apt. Fransisca Dita Mayangsari, M. Farm,.

Sebagai ketua pelaksana kegiatan, Dita sapaan akrabnya menjalankan kegiatan ini bersama dua orang rekannya, yaitu apt. Primanitha Ria Utami, M. Farm (Dosen S1 Farmasi UMLA) dan Faricha Maf’ula, S.EI, MIFP (Dosen S1 Ekonomi Syariah UMLA).

Foto bersama dengan Ibu-ibu PKK Desa Kebonsari Sukodadi Lamongan. (Istimewa For RDR.LMG)

“Jadi, acara kami ini ini terdiri dari 3 rangkaian kegiatan, yaitu penyuluhan pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), pelatihan pembuatan balsam stik aromaterapi dan pelatihan pemasaran produk secara online malalui e-commerce”, tutur Dita.

Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun anggaran 2022.
 
“Acara ini sudah kami mulai sejak bulan Mei 2022. Pada bulan tersebut kami melakukan sosialisasi kegiatan terlebih dahulu kepada kepala desa, ketua PKK dan perwakilan anggota PKK setempat. Untuk acara intinya kami laksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2022”, tutur Dita.

Menurut Dita, antusias peserta terhadap acara ini cukup baik karena acara pelatihan pembuatan balsam stik aromaterapi belum pernah diadakan di Desa Kebonsari. “Alhamdulillah ibu-ibu peserta sangat antusias untuk mengikuti acara pelatihan ini”, tutup Dita.